Review: Acer Swift 3 2018

Review kali ini adalah tentang laptop Acer Swift 3 2018. Tulisan 2018-nya memang kudu ditulis karena versi ini beda dari tahun sebelumnya. Nama lengkapnya sih Acer Swift 3 SF314-54G-51ZK. Tapi agak rempong ya .. hehe.

Harga beli 8 juta kurang sedikit (setelah diskon harbolnas 1212). Komentar setelah pandangan pertama adalah “kok mirip MacBook lama ya?”. Bodi full aluminium warna silver, engsel hitam, trackpad besar, tidak ada akses khusus ke bay harddisk atau memori, dan sekrup bintang. Tapi bagaimana pengalamannya? Simak bagian berikutnya

Like it

  1. Spesifikasi utama. Intel Core i5 generasi ke 8 yang sudah quad core, RAM 4GB, Harddisk 1TB. Mantap. Masih ada juga slot tambahan untuk upgrade RAM dan SSD (dengan koneksi M2 / NVME) buat yang ingin mendongkrak performa laptop ini.
  2. Dimensi dan bobot. Relatif mungil dan ringan. Dimensi 323 x 228 x 18.7 mm, berat 1.5 kg. Belum seperti ZenBook atau MacBook Air yang beratnya nggak sampai 1 kg. Tapi boleh lah. Sebanding dengan kantong yang nggak ikutan enteng.
  3. Layar 14 inch dengan resolusi 1080p. Okelah laptop dengan harga 10 juta ke atas banyak yang punya resolusi 4K dengan akurasi warna yang mentereng. Tapi laptop dengan harga di bawah 10 juta pun masih banyak yang hanya memiliki resolusi jadul 1366 x 768. Aneh sebenarnya, mengingat resolusi layar smartphone dan TV yang jauh lebih besar. Tapi secara keseluruhan layar 1080p di Acer Swift 3 ini patut dipuji. Bezelnya yang tipis juga memungkinkan Acer membenamkan layar 14 inch sekalipun dimensi laptopnya cukup kompak.
  4. Trackpad besar dengan Windows Precision Driver. Sekalipun masih (cukup jauh) di bawah laptop Apple, trackpad di laptop ini terbilang bagus. Lega. Ditambah dukungan Windows Precision Driver membuat menggunakan gesture lebih mudah.
  5. Video Graphic NVIDIA 150MX. Jadi ada 2 Video Card, bawaan Intel yang ada di processor-nya dan tambahan dari Nvidia. Sekalipun belum pernah dicoba nge-game, mestinya lumayan nambah performa.

Don’t Like It

  1. Pilihan port yang nanggung. Port yang tersedia adalah charging slot, 2 x USB 3 type A, 1 x USB 2 type A, 1 x USB 3 type C, 1  x HDMI, 1 x audio 3.5 mm, Kensington lock dan slot memory card. Tidak adanya port LAN dan VGA adalah pilihan yang wajar. Form factor menyulitkan untuk menambahkan kedua port ini. Alasan lain, jarang sekali laptop menggunakan kabel LAN dan prosesor yang digunakan juga sudah tidak mendukung VGA/CRT by default. Tapi begitu melimpahnya port USB type A menjadi pertanyaan. Mestinya USB type C yang lebih banyak. Tidak adanya port Thunderbolt dan charging port yang masih proprietary (bukannya lewat USB type C) jelas nilai minus. Anehnya Acer Swift 3 generasi sebelumnya mendukung charging melalui USB type C.
  2. Relatif pelit lampu indikator. Cuma ada 2 lampu indikator, yaitu Power dan charge. Indikator Caps Lock ditampilkan di layar sesaat ketika tombol Caps Lock ditekan. Jadi tidak ada cara untuk mengetahui apakah Caps Lock aktif atau tidak. Indikator harddisk ketika sedang bekerja juga tidak ada. Menyulitkan untuk mengetahui apakah program sedang loading atau belum ter-click.

Lain-lain

  1. Keyboard. Bukan masalah besar, hanya saja keyboard Acer Swift 3 versi sebelumnya sudah ada backlit-nya, yang ini malah tidak ada. Mungkin karena profesi yang menuntut untuk banyak mengetik, tombol Home dan End yang harus diakses dengan bantuan tombol Fn cukup menyebalkan. Belum lagi tombol Delete yang ada di sebelah tombol Power.
  2. Fingerprint reader. Lebih baik daripada harus mengetik password bolak-balik. Sayangnya, fingerprint reader-nya punya akurasi mirip mesin fingerprint untuk presensi di kantor-kantor. Jadi kadang pegel juga. Masih jauh dari fingerprint reader yang di handphone.
  3. Baterai tahan lama tapi waktu chargingnya juga lama. Hehe. Sekalipun tidak ada waktu yang bisa diberikan, secara umum laptop ini bertahan sekitar 5-6 jam sekali charge. Sayangnya waktu charge-nya juga lama. Antara 2-3 jam. Kenapa tidak pakai fitur Fast Charging seperti di smartphone sih?
  4. Harddisk lambat ya? Hehehe. Setelah hampir 2 tahun menggunakan SSD, menggunakan harddisk (yang sekalipun masih sangat lega) terasa lambat. Rasanya memang harus segera upgrade SSD.

Kesimpulan

Secara umum Acer Swift 3 ini memang sangat value. Istilahnya untuk harga tersebut dapat lebih banyak laptop. Desain yang relatif modern, relatif mungil dan ringan, spek terkini dan layar yang relatif bagus. Sekalipun ada beberapa kekurangan terutama soal port yang terkesan nanggung dan fingerprint reader yang terkesan asal ada.

Buat kerja serius oke, buat dipajang di cafe juga masih oke. Ga perlu jadi fakir colokan listrik juga karena baterai relatif tahan lama. Dipake cowok oke, dipake cewek juga oke karena masih enteng. Terus ada juga varian pink! Cocok banget buat cowok-co .. .eh cewek-cewek di luar sana.

Kalau memang berminat dengan laptop ini, sarannya adalah membeli yang versi yang sama seperti ini (Core i5 dengan harddisk 1TB). Kenapa? Core i5 yang digunakan mirip sekali dengan Core i7-nya. Jadi membayar 1.5-2 juta lebih mahal sepertinya tidak perlu. Sementara versi Core i3-nya masih terlalu jelek dibanding versi Core i5-nya. Versi yang dengan SSD-nya? Sepertinya juga kemahalan. Nambah 1 jutaan, harddisk 1TB ditukar SSD 256GB.

Comments are closed.