Review Ngaco : Sebelum Iblis Menjemput

Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan sebelum masuk ke bagian review. Pertama, film horor bukan genre saia. Terlebih horor hantu (horor gore / slasher masih mending). Kedua, film ini masuk ke radar setelah melihat (melalui IG Pevita Pearce) poster filmnya dengan tulisan jelas Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Em-em. Salah dua seleb cewek paling yummy berbakat di Indonesia. Berdasarkan dua hal tersebut, isi review ini adalah sedikit tentang filmnya dan sisanya tentang kedua aktris yummy berbakat tersebut.
Film ini tentang seorang yang mencari pesugihan dengan ‘setan’, menjadi kaya, ditagih oleh ‘setan’, berusaha melawan dan mengorbankan keluarganya. Tidak ada yang baru, standar plot sell my soul to the devil. Sudut pandang cerita memang lebih banyak dari keluarganya tapi kadang juga dari pelaku. ‘Setan’ dalam cerita adalah ‘setan bule’ yang terwujud dalam sosok kambing, pentagram, undead dan boneka voodoo. Sedikit banyak, film ini seperti Pengabdi Setan dengan alur cerita yang lebih jelas (dan tidak menimbulkan pertanyaan apakah filmnya memang misterius atau naskahnya bolong-bolong).
Masuk ke bagian yang paling penting. Chelsea dan Pevita! Keduanya menjadi peran yang berlawanan. Bagi penggemar Pevita, akan sedikit kecewa karena Chelsea lebih sering nongol di layar ketimbang Pevita. Penggemar aktris yummy berbakat tersebut juga akan kecewa karena ternyata mereka tidak sesering itu muncul di layar. Well, mungkin hanya 50-60%. Tidak sampai 75-85%. Padahal sejak awal berharap keduanya begitu sering muncul di layar dengan kamera close-up. Tapi enggak. Filmnya masih cukup waras.
Pevita yang memerankan karakter yang cukup bitchy tidak sepenuhnya dieksplor. Padahal Pevita punya paket lengkap untuk menjadi ‘seductive bitch’. Wajah (bibirnya!!!!), body dan senyumnya (ini bibir juga ga sih?)…. Mirip kayak Sarah Michelle Gellar di Cruel Intentions (1999). Tapi lebih baek. Tapi sayangnya tidak dieksplor. *hela napas* Baiklah.
Sementara, Chelsea dengan tampang polosnya memang lebih menonjol berkat lebih sering nongol di layar. Penggemar Chelsea tentunya akan jauh lebih puas ketimbang penggemar Pevita. Tampang imut-imutnya memang jadi agak aneh pas dia ngecopet dompet. Tapi di luar itu, memuaskan. Bisa bayangin ga sih, Chelsea yang imut, sambil setengah takut setengah nekat, teriak sambil ngebacok. Bacok abang saja Chelsea!

NILAI
Kamera / Gambar, Cerita / Naskah, Akting, Penggarapan
3/5 ★ ★ ★ ☆ ☆
Tidak jelek, tidak bagus, kebaruan tidak kuat, klasik (menggunakan ‘setan Indonesia’) juga tidak. Secara umum, boleh lah. Bisa lebih jelek kok.
Chelsea Islan
4/5 ★ ★ ★ ★ ☆
Good job! Lebih baik lagi kalo Chelsea lebih sering nongol!
Pevita Pearce
3/5 ★ ★ ★ ☆ ☆
Pevita baek. Tapi kurang sering nongol. Dan kurang bitchy.
Chelsea vs Pevita
2/5 ★ ★ ☆ ☆ ☆
Mestinya keduanya dibuat lebih kuat lagi permusuhannya. Si imut vs si bitchy. Cerita bakal lebih menggigit dan memungkinkan untuk menampilkan keduanya lebih sering di layar. Alasan kedua lebih penting sih.
Total
12 / 20
We need more Pevita Pearce and Chelsea Islan on movie!